Posts

Pemuda, Power, dan Perubahan (Reflektif Sumpah Pemuda)

Image
Ada sebuah masa yang porsinya sangat besar dan panjang dalam kehidupan manusia. Masa dimana kondisi fisik terasa prima, energi meluap berlimpah. Dan d masa ini, kekuatan diri untuk membangun kebiasaan serta karakter bisa dilakukan dengan amat sangat mudah. Itulah masa muda.  Para ahli di berbagai bidang banyak memberikan penjelasan yang berbeda-beda untuk mendefinisikan masa muda. Ada yang membaginya menjadi tiga fase usia (anak-anak, pemuda dan masa tua. Bahkan lebih spesifik lagi, ada pemuda awal, menengah dan pemuda akhir). Ada yang membaginya berdasarkan pertumbuhan kematangan layer tubuh secara holistik berdasarkan ilmu kesehatan klasik. Ada juga yang membaginya berdasarkan kematangan akal (Basyariah, insaniyah dan insan Kamil). Semua pembagian itu sejatinya hanyalah untuk memudahkan kita dalam memetakan state atau posisi kita berada dimana sehingga memudahkan diri dan keluarga untuk melewati tahapannya. Images by @wholisticgoodness Dari berbagai penjelasan, saya lebih nyaman ...

Healing Journey ini Membawaku pada Pemahaman

Image
  Ada hal-hal yang aku highlight dari perjalanan healing yang berliku-liku. Pertama, pasti terasa banget ujian menerima takdir. Qadarullah wamasyafa'al. Bahwa segala sesuatu sudah Allāh tetapkan. Dan setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik.  Tidak ada istilah 'sakitku ini lebih sakit dari sakitmu', karena Allah sudah memberikan takaran yang sesuai, yang pas pada diri kita masing-masing. Ujian yang kamu tempuh dengan ujianku, jelas berbeda. Jika membandingkan kalau 'aku ini lebih sakit dan lebih deep parah sakitnya' dibandingkan sakit yang kamu terima, it's wrong, bigger wrong. Karena urusan pulih, urusan diri sendiri. Bukan urusan kamu yang lebih 'duluan' atau kamu yang lebih sakit daripada diriku. Grow at your own pace. Dalam healing journey, seringkali kita merasa maju dan berjalan cepat bahkan berlari. Tapi, kadang juga ingin berhenti, tersengal dan rehat sejenak. Terkadang juga ingin mundur, menyusuri jalan setapak yang telah dilalui. Inilah seni....

Beginikah Cara Kalian Bertetangga?

Image
Judul dari blog ini, sengaja, aku ambil dari ucapan Baginda Rasulullah Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa Sallam. "Beginikah cara kalian bertetangga?" Yakni ketika mulai periode dakwah di kota Mekkah, Rasulullah dan Bunda Khadijah rumahnya yang memang berada di 'kawasan elit' dan tentu saja, bertetangga dengan para milyurner, para konglomerat kota. Diantaranya ada Abu Lahab, Abu Jahal dan kawan-kawannya. Sejak Rasulullah mendakwahkan ketauhidan, mulai muncul reaksi penolakan dan kekerasan (walau kala itu belum seberapa, karena mereka masih menghormati Bunda Khadijah). Singkat cerita, sebagai bentuk ketidaksukaan terhadap dakwah Rasulullah, setiap kali pagi hari saat Rasulullah hendak keluar rumah, mereka 'satu perumahan' atau satu kawasan elit itu beramai-ramai membuang sampah hingga jalanan yang akan dilewati Rasulullah penuh dengan sampah-sampah dari dalam rumah mereka. Namun, apa kata Rasulullah? ((Btw, obat jiwa yang manjur buatku, salah satunya adalah memba...

Satu Dasawarsa Menjalani Kehidupan Rumah Tangga

Image
  Postingan ini sebenarnya panjang sekali. Tapi aku hapus. Jadi pendek sekali. Jadinya hanya Refleksi sepuluh tahun pernikahan aja, aku kutip dari ulama peneduh jiwa,  Hasan Al Bashri rahimahullah “Orang mukmin mengerjakan berbagai ketaatan dalam keadaan takut, hati yang bergetar, dan penuh kekhawatiran. Adapun orang yang fajir (pendosa) melakukan berbagai kemaksiatan dalam keadaan merasa aman.” - 📖 Tafsir Ibnu Katsir terhadap QS. Al A’raaf ayat 99 Kalimat itu tepat menjadi jawaban untuk diriku ini yang setiap kali ingin menuntaskan karya, selalu saja pertanyaan yang kemudian membuat karya itu aku tarik lagi, aku ulur, serahkan, tarik lagi, ulur lagi, muncul, "apakah manfaatnya bagiku? apakah Allah meridhoiku?" karena ada rasa khawatir jika tidak Allah ridhoi. Termasuk ketika ingin menuliskan kisah perjalanan pernikahan ini, hingga kemudian ada hikmah-hikmah yang bisa aku tuliskan. Tapi kemudian aku urungkan. Untuk apa? Balik ke niat, beresin jiwa dulu, nulis tentang diri se...

Menemui dan Menghadapi Rasa Luka.

Image
Salah satu cara memulihkan hati, mendatangi majlis ilmu yang menentramkan hati. Salah satu guru yang aku temui pada bulan Mei lalu, di Jakarta Timur adalah Gurunda Ustadz Firanda Andirja hafidzahullahu Ta'ala dalam dauroh sehari, Bait-Bait Khairunnisa. Namun, kali ini aku mencari kajian beliau yang related dengan rasa traumaku. Yaitu tentang kehidupan bertetangga. Maka, sambil menyimak kajian, akupun berusaha menemui luka itu.  Sumber kajiannya di :  https://www.youtube.com/watch?v=b2ygohYwupU Alhamdulillah setelah menyimak kajian beliau, lega rasanya jiwa. Memang betul, salah satu cara supaya pikiran tidak diganggu bisikan setan adalah dengan cara menyibukkan diri dalam majlis keilmuan. Sebab dengan ilmulah akan memunculkan kesadaran. Dari kesadaran, memunculkan penghambaan hanya pada Allah, sebab dari sana saja, Allahlah yang menurunkan ketenangan. Singkat cerita, pada tanggal 4 Agustus 2024, aku mengikuti sesi kelas healing. Bersama kak Zia yang stay di Australia. Beli...

Larangan Islam untuk Ingin tahu Urusan Orang Lain (Kepo)

Image
  Kajian ini bisa disimak di Youtube :  https://www.youtube.com/watch?v=i_Hxl9iL8t4 Bukti Pemahaman Islam Seseorang tercermin dari Akhlak dan Adab Agama kita inilah yang perhatian dengan akhlak dengan adab, dengan karakter manusia. Agama kita bukan hanya agama yang mengurusin hubungan hamba dengan Sang Pencipta, tapi agama kita juga peduli, bahkan mengatur tentang hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan hewan, dengan lingkungan dan dengan alam ini. Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam diutus di kota Makkah, di kaum jahiliah. Beliau menyebutkan di antara salah satu misi beliau diutus adalah  إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ (" aku diutus tidak lain hanya untuk menyempurnakan akhlak"). Akhlak yang mulia, karakter-karakter yang sudah bagus disempurnakan, yang kurang dilengkapin, yang salah diperbaiki. Banyak hal dari orang lain yang terkadang mendorong kita ingin mengetahuinya, timbul perasaan ingin tahu, ingin ngurusin yang kadang kala it...

Dewasa = Tidak Mengkambinghitamkan Inner Child

Image
Ini catatan dari beberapa teman di grup Ustadz Fauzil Adhim yang sempat saya simpan. Jazaakunnallah khairan katsiran atas penjelasan kakak-kakak kala itu (kak fanny, Kak Indra, dan Kak Ummu). Berikut ini tulisan yang menggugah dari diskusi yang seru saat itu. Tidak Ada Luka Inner Child dalam Islam Jika Kita Ubah Pola Pikir  Inner child tidak pernah disebutkan dlm Al-Qur'an. Dan sikap bathin anak kepada orang tua bukanlah memaafkan, tetapi mensyukuri. "Anisykurli waliwaliayya" kata Allah, "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu". Besyukur adalah kalimat yang muncul dari memori positif, efeknya kita akan selalu mengingat kebaikan-kebaikan dari orang tua kita. Maka bersyukurlah lebih dahulu . Jika kita sudah bersyukur, maka memaafkan akan jauh lebih mudah. Jika bathin sudah dipenuhi rasa syukur, betapapun di kemudian hari kita menemukan keburukan lagi dan lagi dari mereka, hati kita tetap lapang, karena yang kita ingat adalah kebaikan-kebaikan mereka. ...