Agree to Disagree
Pernahkah teman-teman merasakan perasaan sebenarnya tidak sepakat, namun kondisi tidak memihak kita untuk menyatakan rasa tidak sepakat itu, mau tidak mau harus sepakat dan terpaksa menyepakatinya. Gimana sensasi perasaan yang menyeruak di hati kita? Pedih? Nyeri? Kecewa? Inilah fenomena ketika keterampilan jiwa agar merasakan sanggup kecewa tidak dilatih sejak dini, yang ada akan menghasilkan emosi-emosi terpendam dan 'nyangkut' di dalam hati. Lambat laun, dari sinilah tercetus diskoneksi. Mau sampai kapan seperti ini? Gimana heal dari perasaan ini? Yuk, kita kulik lebih dalam soal 'agree to disagree'. Perjalanan Panjang Hari ini aku sengaja meniatkan diri untuk menulis ulang di blog ini, sebenarnya tulisan ini sudah lama aku publikasikan di channel WhatsApp 'Cerita Nikmah', kanal cerita sehari-hari dalam rangka mengurai unworthiness issue yang melandaku 2024 lalu. Tahun 2025 mulai rilis segala the unseen roots yang atas izin Allah bisa aku cerna dan peluk sec...